Fenomena Buy Now Pay Later (BNPL) atau Paylater
kini menjadi metode pembayaran favorit di platform e-commerce. Di balik
kemudahannya, terdapat dampak psikologis yang signifikan bagi perilaku
konsumen. Sebagai literasi keuangan, penting bagi kita memahami
bagaimana sistem "beli sekarang bayar nanti" ini bekerja pada sisi
psikis
Tren
penggunaan paylater di Indonesia bukan sekadar fenomena sosial,
melainkan angka yang terus meroket. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), total utang masyarakat melalui layanan BNPL perbankan saja menembus
angka Rp27,1 triliun pada awal 2026, dengan jumlah pengguna mencapai
lebih dari 31,2 juta rekening. Yang memprihatinkan, dominasi pengguna
berasal dari generasi milenial dan Gen Z, di mana risiko kredit macet (NPL)
cenderung meningkat seiring dengan melemahnya daya beli. Statistik menunjukkan
adanya lonjakan gagal bayar yang signifikan di kalangan usia muda, yang sering
kali terjebak dalam utang berlapis karena memiliki lebih dari tiga akun paylater
sekaligus.
Secara psikologis, manusia merasakan
"sakit" saat mengeluarkan uang tunai. Namun, penggunaan aplikasi
Paylater menghilangkan rasa sakit tersebut karena tidak ada uang yang
keluar seketika. Hal ini sering memicu belanja impulsif karena otak
merasa mendapatkan barang secara "gratis" di saat itu juga.
BNPL memfasilitasi instant gratification
atau kepuasan instan. Saat kita berhasil melakukan checkout tanpa saldo
mencukupi, otak melepas hormon dopamin. Tanpa manajemen keuangan yang
ketat, siklus ini akan menimbulkan ketergantungan untuk terus berbelanja demi
mendapatkan perasaan senang yang sesaat.
Dampak jangka panjang yang sering tidak disadari
adalah munculnya kecemasan saat tagihan menumpuk. Beban cicilan yang melebihi
kemampuan bayar dapat merusak kesehatan mental, menyebabkan stres
kronis, hingga perilaku konsumtif yang tidak terkendali atau "gali lubang
tutup lubang".
Gunakanlah fitur Paylater dengan bijak sebagai
alat bantu arus kas, bukan untuk memenuhi gaya hidup. Selalu perhatikan skor
kredit dan kemampuan finansial Anda sebelum memutuskan untuk mencicil.