Halo Sobat HW! Lagi jalanin bisnis apa nih? Kuliner? Fashion? Atau mungkin jasa?
Seperti yang kamu tahu, dalam menjalankan bisnis, banyak sekali hal yang perlu dikuasai dan dipelajari. Mulai dari produksi, distribusi, marketing, dan juga keuangan.
Menurut exabytes.co.id, 80% bisnis gagal di tahun ketiga, salah satu penyebabnya adalah karena ketidakmampuan mengelola keuangan bisnis. Hal ini menandakan bahwa mengelola keuangan menjadi salah satu faktor utama dalam menjalankan bisnis. Hayoooo, siapa di sini yang masih males belajar keuangan?
Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, sebuah bisnis tidak dapaet berjalan sesuai dengan seharusnya. Tanda-tanda jika usaha kamu belum menerapkan pengelolaan yang baik dapat dilihat dari laporan keuangan yang juga baik.
Setidaknya, terdapat 3 jenis laporan yang WAJIB banget kamu pelajari dan kuasai kalau kamu mau menjalankan bisnis dengan lancar, aman, sentosa. Laporan apa tuh min? Susah gak bikinnya?
Unsur-unsur dalam membuat laporan laba rugi, adalah:
Pendapatan dari penjualan barang/jasa
(Dikurangi) Beban pokok perusahaan
Laba/Rugi kotor
(Dikurangi) Beban usaha
(Ditambah) Pendapatan lain
Laba/Rugi sebelum pajak
(Dikurangi) Beban pajak
Laba/Rugi bersih

image source: harmony.co.id
Kamu pernah gak sih merasa banyak banget orang yang beli daganganmu, tapi kok uangnya ga ada ya? Kemana perginya tuh uang? Nah, dengan membuat laporan arus kas, kamu bisa tau dinamika masuk keluarnya uang dari kas dalam satu periode akuntansi tertentu. Manfaat laporan arus kas, antara lain:
Menjadi patokan/indikator jumlah arus kas yang akan datang di masa depan, dan juga mengevaluasi jumlah arus kas di masa lalu
Laporan arus kas juga berfungsi sebagai informasi jika terdapat perubahan dalam kekayaan ekuitas perusahaan
Memantau keluar masuknya uang dalam kas dalam satu periode keuangan.

image source: rangkulteman
Last but not least, laporan neraca adalah laporan yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan entitas pada setiap periode keuangan, contohnya seperti utang dan piutang perusahaan yang berpotensi menjadi beban dan aset perusahaan. Laporan neraca mengandung 3 unsur utama yaitu: Aset, liabilitas, dan ekuitas.
Dalam membuat laporan neraca, terdapat 2 jenis penyajian data, yaitu:
Bentuk skontro, yang membagi laporan 2 bagian, bagian kiri berisi laporan posisi aktiva atau aset dan bagian kanan berisi laporan posisi kewajiban dan modal
Bentuk vertikal, memberi informasi laporan secara menurun mulai dari aktiva atau aset hingga kewajiban dan modal
image source: OCBC Nisp
Gimana nih Sobat HW, sekarang sudah mulai paham kan cara mengelola keuangan untuk perusahaan? Kamu juga bisa nih konsultasikan pembuatan laporan keuangan kamu bersama kami, di sini! GRATIS! Yuk buruan booking jadwalnya sebelum kehabisan!