Halo Sobat HW! Lagi jalanin bisnis apa nih? Kuliner? Fashion? Atau mungkin jasa?
Seperti yang kamu tahu, dalam menjalankan bisnis, banyak sekali hal yang perlu dikuasai dan dipelajari. Mulai dari produksi, distribusi, marketing, dan juga keuangan.


Menurut exabytes.co.id, 80% bisnis gagal di tahun ketiga, salah satu penyebabnya adalah karena ketidakmampuan mengelola keuangan bisnis. Hal ini menandakan bahwa mengelola keuangan menjadi salah satu faktor utama dalam menjalankan bisnis. Hayoooo, siapa di sini yang masih males belajar keuangan?


Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, sebuah bisnis tidak dapaet berjalan sesuai dengan seharusnya. Tanda-tanda jika usaha kamu belum menerapkan pengelolaan yang baik dapat dilihat dari laporan keuangan yang juga baik.


Setidaknya, terdapat 3 jenis laporan yang WAJIB banget kamu pelajari dan kuasai kalau kamu mau menjalankan bisnis dengan lancar, aman, sentosa. Laporan apa tuh min? Susah gak bikinnya?

1. Laporan Laba Rugi

Seperti namanya, laporan ini memuat informasi mengenai keuntungan dan kerugian yang dimiliki perusahaan. Menurut wikipedia, laporan laba rugi menjabarkan beragam unsur pemasukan/pendapatan dan beban perusahaan sehingga kamu bisa mengetahui apakah kamu mengalami kerugian atau mendapat keuntungan.

Unsur-unsur dalam membuat laporan laba rugi, adalah:

  1. Pendapatan dari penjualan barang/jasa

  2. (Dikurangi) Beban pokok perusahaan

  3. Laba/Rugi kotor

  4. (Dikurangi) Beban usaha

  5. (Ditambah) Pendapatan lain

  6. Laba/Rugi sebelum pajak

  7. (Dikurangi) Beban pajak

  8. Laba/Rugi bersih



image source: harmony.co.id


2. Laporan Arus Kas

Kamu pernah gak sih merasa banyak banget orang yang beli daganganmu, tapi kok uangnya ga ada ya? Kemana perginya tuh uang? Nah, dengan membuat laporan arus kas, kamu bisa tau dinamika masuk keluarnya uang dari kas dalam satu periode akuntansi tertentu. Manfaat laporan arus kas, antara lain:

  1. Menjadi patokan/indikator jumlah arus kas yang akan datang di masa depan, dan juga mengevaluasi jumlah arus kas di masa lalu

  2. Laporan arus kas juga berfungsi sebagai informasi jika terdapat perubahan dalam kekayaan ekuitas perusahaan

  3. Memantau keluar masuknya uang dalam kas dalam satu periode keuangan.


    image source: rangkulteman


    3. Laporan Neraca

    Last but not least, laporan neraca adalah laporan yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan entitas pada setiap periode keuangan, contohnya seperti utang dan piutang perusahaan yang berpotensi menjadi beban dan aset perusahaan. Laporan neraca mengandung 3 unsur utama yaitu: Aset, liabilitas, dan ekuitas.

    Dalam membuat laporan neraca, terdapat 2 jenis penyajian data, yaitu:

    1. Bentuk skontro, yang membagi laporan 2 bagian, bagian kiri berisi laporan posisi aktiva atau aset dan bagian kanan berisi laporan posisi kewajiban dan modal

    2. Bentuk vertikal, memberi informasi laporan secara menurun mulai dari aktiva atau aset hingga kewajiban dan modal image source: OCBC Nisp Gimana nih Sobat HW, sekarang sudah mulai paham kan cara mengelola keuangan untuk perusahaan? Kamu juga bisa nih konsultasikan pembuatan laporan keuangan kamu bersama kami, di sini! GRATIS! Yuk buruan booking jadwalnya sebelum kehabisan!